Rendang merupakan makanan yang berasal dari Minang, Sumatra. Rendang umumnya dibuat dengan daging kerbau atau sapi. Pada dasarnya rendang merupakan bentuk lebih "gulai". Jika dilihat dari prosesnya, pada mulanya rendang akan terlihat seperti gulai, kemudian menjadi kari, lalu akan menjadi kalio yang penampakannya seperti rendang hanya saja sangat berkuah, dan akhirnya mengering dan menjadi rendang. Untuk merendang daging sendiri sebenarnya tidak sulit namun membutuhkan kesabaran, dan kesungguh-sungguhan karena memakan waktu yang cukup lama. Proses pertama untuk memasak rendang adalah pencampuran semua rempah dan bumbunya, lalu tambahkan santan yang menjadi ciri khas rendang, lalu tambahkan daging, dan tunggu hingga santan mengering dengan api sedang.
Senin, 31 Oktober 2016
Minggu, 09 Oktober 2016
Legenda di Balik Bakcang
Bakcang, menurut legendanya sudah ada sejak belasan abad yang lalu sekitar abad ke-3 sampai 4 masehi. Bakcang juga digunakan dalam perayaan festival perahu naga yang setiap tahun diadakan. Legenda bakcang sangat erat dengan kisah seorang penyair Cina, Qu Yuan yang juga merupakan salah satu orang penting bagi Kerajaan Chu pada masa Dinasti Selatan dan Utara (420M-589M). Masyarakat menggunakan bakcang untuk mempengringati Qu Yuan yang amat dihormati ini. Bakcang merupakan beras ketan yang berisi aneka bahan makanan lainnya dan dibungkus dengan daun. Bahan tambahan yang digunakan bisa berbeda-beda di tiap daerah.
Qu Yuan merupakan orang yang sangat patriotik, saat itu kerajaan Chu sudah hampir hancur. Ia merasa gagal karena negaranya menghampiri kehancuran. Pada tahun lunar bulan 5 hari ke 5, Qu Yuan menenggelamkan dirinya dengan batu besar di dalam Sungai Mi Luo. Kematian Qu Yuan membuat rakyat Chu sedih, mereka sering datang ke tepi sungai untuk bersembahyang. Bulan 5 hari ke 5 diperingati oleh rakyat dengan melemparkan nasi yang diisi ke dalam bambu sebagai persembahan kepada Qu Yuan sebagai tanda hormat.
Tahun demi tahun berlalu, lalu seorang tetua bermimpi kedatangan Qu Yuan di tepi sungai dan menanyakan tentang persembahan rakyat kepada Qu Yuan. Namun Qu Yuan menjelaskan bahwa ikan-ikan di sungai ternyata memakan persembahan-persembahan itu sehingga Qu Yuan tidak menerimanya. Ia lalu menyarankan untuk membunugkus nasi itu dengan daun dan membentuknya seperti tanduk untuk menakut-nakuti ikan-ikan di sungai. Saran Qu Yuan melalui mimpi tetua itu pun diikuti oleh rakyat. Nasi yang dibungkus dengan daun dan membentuk tanduk itu adalah bacang yang kita kenal hingga saat ini.
Namun, pada suatu malam, tetua itu kembali bermimpi kedatangan Qu Yuan. Qu Yuan berterima kasih karena persembahan rakyat sampai kepadanya. Akan tetapi, ternyata sebagian persembahan itu masih dimakan oleh ikan-ikan dan makhluk air lainnya. Qu Yuan menjelaskan kalau makhluk-makhluk air di sungai itu semuanya menuruti Raja Naga. Setelah terbangun dari mimpinya, tetua itu pun mendapat ide untuk membuat perahu naga. Hingga kembali pada Bulan 5 hari ke 5 tahun itu dibuatlah banyak perahu-perahu yang menyerupai naga dan bakcang dipersembahkan dari atas perahu naga agar ikan-ikan tidak berani menyentuhnya karena dianggap milik Raja Naga. Perahu-perahu itu yang kemudian menjadi perahu naga yang kita kenal hingga saat ini.
Qu Yuan merupakan orang yang sangat patriotik, saat itu kerajaan Chu sudah hampir hancur. Ia merasa gagal karena negaranya menghampiri kehancuran. Pada tahun lunar bulan 5 hari ke 5, Qu Yuan menenggelamkan dirinya dengan batu besar di dalam Sungai Mi Luo. Kematian Qu Yuan membuat rakyat Chu sedih, mereka sering datang ke tepi sungai untuk bersembahyang. Bulan 5 hari ke 5 diperingati oleh rakyat dengan melemparkan nasi yang diisi ke dalam bambu sebagai persembahan kepada Qu Yuan sebagai tanda hormat.
Tahun demi tahun berlalu, lalu seorang tetua bermimpi kedatangan Qu Yuan di tepi sungai dan menanyakan tentang persembahan rakyat kepada Qu Yuan. Namun Qu Yuan menjelaskan bahwa ikan-ikan di sungai ternyata memakan persembahan-persembahan itu sehingga Qu Yuan tidak menerimanya. Ia lalu menyarankan untuk membunugkus nasi itu dengan daun dan membentuknya seperti tanduk untuk menakut-nakuti ikan-ikan di sungai. Saran Qu Yuan melalui mimpi tetua itu pun diikuti oleh rakyat. Nasi yang dibungkus dengan daun dan membentuk tanduk itu adalah bacang yang kita kenal hingga saat ini.
Namun, pada suatu malam, tetua itu kembali bermimpi kedatangan Qu Yuan. Qu Yuan berterima kasih karena persembahan rakyat sampai kepadanya. Akan tetapi, ternyata sebagian persembahan itu masih dimakan oleh ikan-ikan dan makhluk air lainnya. Qu Yuan menjelaskan kalau makhluk-makhluk air di sungai itu semuanya menuruti Raja Naga. Setelah terbangun dari mimpinya, tetua itu pun mendapat ide untuk membuat perahu naga. Hingga kembali pada Bulan 5 hari ke 5 tahun itu dibuatlah banyak perahu-perahu yang menyerupai naga dan bakcang dipersembahkan dari atas perahu naga agar ikan-ikan tidak berani menyentuhnya karena dianggap milik Raja Naga. Perahu-perahu itu yang kemudian menjadi perahu naga yang kita kenal hingga saat ini.
Minggu, 02 Oktober 2016
Ingkung Ayam - Yogyakarta
Masyarakat Yogyakarta cukup terkenal dengan makanan-makanan yang digunakan dalam ritual-ritual dan mempunyai nilai-nilai filosofisnya, yang salah satunya adalah ayam ingkung. Ayam ingkung mulanya digunakan sebagai wujud syukur seperti selamatan atau hajatan. Namun pada masa kini, ayam ingkung bisa dinikmati karena sudah dijual di restoran-restoran maupun tempat-tempat makan di beberapa daerah.
Ayam ingkung merupakan makanan khas Yogyakarta. Ayam yang ideal untuk diolah menjadi ayam ingkung adalah ayam kampung. Ayam kampung yang diolah menjadi ayam ingkung merupakan ayam kampung utuh yang tidak dipotong-potong menjadi bagian-bagian seperti yang biasa ada di. Bumbu yang biasanya digunakan antara lain bawang merah dan bawang putih, kemiri, merica, garam dan gula, dan gula jawa yang menjadi khas ayam ingkung, ketumbar, daun sere, salam, laos, minyak tumbuhan, dan santan. Ayam ingkung biasa disantap ditemani oleh "terancam" yang terdiri dari timun, kacang panjang, cipir, tauge, urap, dan kemangi sebagai hiasan.

sumber gambar : http://www.pernikjogja.com/
Ayam ingkung merupakan makanan khas Yogyakarta. Ayam yang ideal untuk diolah menjadi ayam ingkung adalah ayam kampung. Ayam kampung yang diolah menjadi ayam ingkung merupakan ayam kampung utuh yang tidak dipotong-potong menjadi bagian-bagian seperti yang biasa ada di. Bumbu yang biasanya digunakan antara lain bawang merah dan bawang putih, kemiri, merica, garam dan gula, dan gula jawa yang menjadi khas ayam ingkung, ketumbar, daun sere, salam, laos, minyak tumbuhan, dan santan. Ayam ingkung biasa disantap ditemani oleh "terancam" yang terdiri dari timun, kacang panjang, cipir, tauge, urap, dan kemangi sebagai hiasan.

sumber gambar : http://www.pernikjogja.com/
Senin, 26 September 2016
Sekilas Mengenai Toraja
Toraja, merupakan suku yang berdiam di Sulawesi Selatan, Indonesia. Suku Toraja dikenal masih sangat kental dengan budaya dan adatnya. Toraja juga dikenal dengan rasa hormatnya pada leluhur dan orang yang telah meninggal. Orang yang telah meninggal -terutama yang merupakan orang berderajat tinggi- biasanya dilakukan upacara adat yang panjang.
Kerbau merupakan binatang yang dapat dengan mudah ditemui di bumi Toraja. Kerbau merupakan binatang yang paling banyak dijadikan pengorbanan untuk upacara-upacara dan tradisi Toraja. Dalam susunan upacara adat pengantar orang meninggal, juga terdapat pengorbanan kerbau. Sebelum kerbau dikurbankan dengan cara disembelih, kerbau akan diadu dengan kerbau lainnya yang dikenal dengan upacara Ma'Pasilaga Tedong. Adu kerbau dilakukan pada saat upacara pengantar orang meninggal. Kerbau yang dipersembahkan pada upacara ini memiliki ciri tertentu yang dapat membuatnya mempunyai nilai tertentu. Tingginya nilai dan jumlah kerbau yang dikurbankan, menunjukkan tingginya status sosial dari orang yang meninggal tersebut.
Terdapat tata cara khusus Toraja mengenai perlakuan kerbau ini. Mulai dari diarak dari peternakan kerbau, diadu dengan kerbau lain, dikuliti, dibersihkan, dibagikan hingga disantap. Kerbau-kerbau aduan yang kalah biasanya akan langsung disembelih di bagian leher. Setelah itu kerbau dikuliti, dibersihkan, dan dimasak atau dibagi-bagikan mentah. Terdapat juga rumah yang dipasang secara sementara di tempat yang strategis di mana keluarga dan orang-orang penting dapat menyaksikan seluruh prosesi.
Senin, 23 November 2015
Perhitungan
Aset (asset) merupakan segala sesuatu yang di bawah kekuasaan yang bisa dijadikan sebagai sumber daya. Sedangkan hutang (liatbilitises) merupakan segala sesuatu yang harus dilunasi/dibayar. Aset dikurang dengan hutang merupakan harta/modal (capital). Contohnya, seseorang mempunyai mobil senilai 600 juta, dan rumah senilai 4 milyar, sehingga ia memiliki aset kurang lebih 4,6 milyar. Akan tetapi ia mempunyai hutang kepada bank sebesar 5 milyar, maka harta yang ia miliki adalah minus 400 juta.
Penghasilan (revenue) bisa diperoleh dari jumlah unit hasil penjualan dikalikan dengan harga jual produk, atau bisa didapat dari sumber lain misalnya perjanjian waralaba, dan lain-lain. Biaya (cost) yang harus dikeluarkan misalnya alat dan bahan, kemasan, karyawan, listrik, dan lain-lain. Jika Penghasilan dikurangi dengan laba bernilai positif, maka perusahaan dikatakan mendapat laba/untung, sebaliknya jika bernilai negatif, perusahaan disebut rugi.
Aset dibagi menjadi beberapa jenis. Aset tetap merupakan segala jenis aset berbentuk harta yang tidak dengan mudah bisa menjadi uang tunai, sehingga aset tetap tidak bisa diandalkan saat membutuhkan uang dalam keadaan darurat. Aset bergerak adalah aset yang dengan mudah bisa menjadi uang tunai, misalnya tabungan, cek, emas, saham. Aset intangible adalah aset bukan harta benda, yang dapat digunakan sebagai sumber daya, misalnya waralaba, sertifikat, kemampuan ahli, jaringan, paten, dan lain-lain.
Biaya juga dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Biaya tetap (fixed cost) merupakan biaya yang harus terus dikeluarkan yang nilai tetap, misalnya gaji karyawan, telepon, biaya sewa tempat, dan lain-lain. Biaya bergerak merupakan biaya yang dikeluarkan tergantung pada volume produksi, misalnya bahan.
Penghasilan (revenue) bisa diperoleh dari jumlah unit hasil penjualan dikalikan dengan harga jual produk, atau bisa didapat dari sumber lain misalnya perjanjian waralaba, dan lain-lain. Biaya (cost) yang harus dikeluarkan misalnya alat dan bahan, kemasan, karyawan, listrik, dan lain-lain. Jika Penghasilan dikurangi dengan laba bernilai positif, maka perusahaan dikatakan mendapat laba/untung, sebaliknya jika bernilai negatif, perusahaan disebut rugi.
Aset dibagi menjadi beberapa jenis. Aset tetap merupakan segala jenis aset berbentuk harta yang tidak dengan mudah bisa menjadi uang tunai, sehingga aset tetap tidak bisa diandalkan saat membutuhkan uang dalam keadaan darurat. Aset bergerak adalah aset yang dengan mudah bisa menjadi uang tunai, misalnya tabungan, cek, emas, saham. Aset intangible adalah aset bukan harta benda, yang dapat digunakan sebagai sumber daya, misalnya waralaba, sertifikat, kemampuan ahli, jaringan, paten, dan lain-lain.
Biaya juga dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Biaya tetap (fixed cost) merupakan biaya yang harus terus dikeluarkan yang nilai tetap, misalnya gaji karyawan, telepon, biaya sewa tempat, dan lain-lain. Biaya bergerak merupakan biaya yang dikeluarkan tergantung pada volume produksi, misalnya bahan.
Minggu, 08 November 2015
Bahan Tambahan Pangan dan Bisnis Industri Pangan
Suatu produk pangan diberikan bahan tambahan mempunyai tujuan tertentu. Untuk mengubah aroma dapat digunakan essence sebagai bahan sintetis atau dengan bahan alami seperti vanili, karamel, kencur, kulit jeruk, daun jeruk, serai, lengkuas, salam, kemangi, pandan, dan lain-lain. Untuk mengubah rasa bisa menggunakan temulawak sebagai bahan alami atau asam sitrat dan asam asetat sebagai bahan sintetis. Pewarna alami misalnya suji untuk pewarna hijau dan kunyit pewarna kuning. Ada juga bahan tambahan yang dapat mengubah rasa sekaligus aroma, misalnya terasi, jahe, ada juga yang sekaligus pengawet misalnya pala.
Dalam Industri pangan, ada tiga generasi bisnis, generasi pertama bermain pada pembibitan hingga siap panen, generasi kedua melakukan pemanenan, dan generasi ketiga mengolah hasil pasca panen. Pada generasi pertama misalnya pertanian onside dan offside, pertanian onside dilakukan di dalam kebun, sedangkan offside di luar kebun, misalnya di hutan. Pada pembibitan juga dapat dilakukan pengembangan misalnya tanaman transgenik yang tahan hama.
Dalam berbisnis, harus dilakukan perencanaannya atau pembuatan business plan. Perlu diingat, tujuan dari berbisnis adalah mencari profit bukan berkegiatan sosial, tapi tetap saja tidak boleh terlalu merugikan konsumen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat perencanaan bisnis adalah latar belakang bisnis/perusahaan, deskripsi produk, rencana penjualan, analisis pasar dan pesaing, analisis kekuatan-kelemahan-kesempatan-jebakan, rencana operasi, rencana keuangan, timeline, rencana pelaksanaan, dan visi-misi. Business plan berguna sebagai susunan strategi yang dapat dipegang agar dapat mempertahankan kelanjutan bisnis. Di luar perencanaan bisnis juga perlu disiapkan jalan keluar saat menemui jalan buntu atau hampir bangkrut.
Dalam Industri pangan, ada tiga generasi bisnis, generasi pertama bermain pada pembibitan hingga siap panen, generasi kedua melakukan pemanenan, dan generasi ketiga mengolah hasil pasca panen. Pada generasi pertama misalnya pertanian onside dan offside, pertanian onside dilakukan di dalam kebun, sedangkan offside di luar kebun, misalnya di hutan. Pada pembibitan juga dapat dilakukan pengembangan misalnya tanaman transgenik yang tahan hama.
Dalam berbisnis, harus dilakukan perencanaannya atau pembuatan business plan. Perlu diingat, tujuan dari berbisnis adalah mencari profit bukan berkegiatan sosial, tapi tetap saja tidak boleh terlalu merugikan konsumen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat perencanaan bisnis adalah latar belakang bisnis/perusahaan, deskripsi produk, rencana penjualan, analisis pasar dan pesaing, analisis kekuatan-kelemahan-kesempatan-jebakan, rencana operasi, rencana keuangan, timeline, rencana pelaksanaan, dan visi-misi. Business plan berguna sebagai susunan strategi yang dapat dipegang agar dapat mempertahankan kelanjutan bisnis. Di luar perencanaan bisnis juga perlu disiapkan jalan keluar saat menemui jalan buntu atau hampir bangkrut.
Minggu, 01 November 2015
Pengolahan
Tujuan utama proses pengolahan adalah untuk memberi nilai tambah pada suatu produk, dan memperpanjang masa simpannya. Pengolahan biasa dilakukan lebih dari satu proses hingga suatu produk siap dikemas. Pada entri Pemisahan misalnya, untuk memperoleh tepung tapioka dari singkong melalui lebih dari satu proses, dimulai dari ekstraksi, sentrifugasi berulang, evaporasi, kondensasi hingga akhirnya mendapatkan tepung tapioka dengan efisiensi kurang lebih dua puluh persen, selain itu masih di entri Pemisahan, juga terdapat proses perolehan kopi instan tanpa ampas yang melalui serangkaian proses hingga siap kemas. Pada entri Pengawetan Bahan Pangan juga terdapat cara pengolahan wine yang melalui proses ekstraksi dan proses fermentasi hingga proses fortifikasi hingga diperoleh wine dengan kadar alkohol yang diinginkan.
Pada proses Pemanenan pisang hingg pengepakan juga melalui proses yang panjang. Pisang biasanya siap panen sesudah dua belas sampai tiga belas minggu. Pisang yang akan dipanen umumnya mempunyai syarat panen yang bisa diukur secara kualitatif maupun kuantitatif, misalnya dapat dipanen ketika sudah berwarna spesifik atau setelah mencapai ukuran ataupun diameter tertentu. Pisang yang akan dipanen tetap harus dijaga agar tidak saling bertabrakan antar pisang untuk menjaga kualitasnya. Satu tandan pisang bisa mencapai berat tiga puluh kilogram. Pisang-pisang ini kemudian dibawa ke tempat proses selanjutnya menggunakan suatu mesin distribusi. Selanjutnya pisang dicuci, diperiksa mutunya, disemprotkan cairan anti-hama, barulah dapat dikemas. Proses serupa juga dapat diterapkan pada jeruk , namun jeruk bisa diperlakukan sedikit lebih 'kasar' daripada pisang.
Pada proses Pemanenan pisang hingg pengepakan juga melalui proses yang panjang. Pisang biasanya siap panen sesudah dua belas sampai tiga belas minggu. Pisang yang akan dipanen umumnya mempunyai syarat panen yang bisa diukur secara kualitatif maupun kuantitatif, misalnya dapat dipanen ketika sudah berwarna spesifik atau setelah mencapai ukuran ataupun diameter tertentu. Pisang yang akan dipanen tetap harus dijaga agar tidak saling bertabrakan antar pisang untuk menjaga kualitasnya. Satu tandan pisang bisa mencapai berat tiga puluh kilogram. Pisang-pisang ini kemudian dibawa ke tempat proses selanjutnya menggunakan suatu mesin distribusi. Selanjutnya pisang dicuci, diperiksa mutunya, disemprotkan cairan anti-hama, barulah dapat dikemas. Proses serupa juga dapat diterapkan pada jeruk , namun jeruk bisa diperlakukan sedikit lebih 'kasar' daripada pisang.
Langganan:
Postingan (Atom)